Kunjungan Pustakawan ke GGPC

Dalam rangka kegiatan Rapat Kerja PUSTAKA, Pustakawan sebanyak 16 orang dan pegawai PUSTAKA berkunjung ke perusahaan berlevel internasional yang bergerak di bidang agro, yaitu The Great Giant Pineapple Company.  Perusahaan ini mengelola lahan 19.000 ha di Lampung Tengah dengan komoditas utama nenas (pineapple). Sampai dengan saat ini kapasitas produksi mencapai  510,000 ton nenas kaleng per tahun dan berencana akan dikembangkan menjadi 800.000 ton pada masa depan. Untuk mencapai target tersebut perusahaan berencana akan mengembangkannya di Kalimantan Barat. Produk perusahaan ini adalah nenas kaleng, jus dan daging sapi. Semua produk kalengannya diekspor ke luar negeri. Demikian menurut penjelasan dari wakil perusahaan, Drh Prabowo. Perusahaan ini merupakan perusahaan terbesar di dunia ke 11 untuk komoditas nenas dan  dalam hal pengelolaan integrasi pertanian merupakan no  1 terbesar di dunia, suatu prestasi yang besar buat pertanian Indonesia.

13 

 

 

Buah di kebun                         Pemanenan

 

4

5

Pengangkutan hasil panen    Produk Nenas kaleng

2

Peserta raker ikut panen

Perusahaan ini menyerap tenaga kerja sekiar 15.000 orang. Penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi untuk mensejahterakan masyarakat. Perusahaan ini mengintegrasikan komoditas nenas dengan penggemukkan sapi potong. Buah nenas diolah menjadi buah dalam kaleng, sisa hasil nenas diperas menjadi jus dan sisanya perasannya dibuat pakan sapi potong.  Kotoran sapi dikembalikan ke tanah yang sebelumnya diolah menjadi kompos dan digunakan sebagai pupuk nenas.

Untuk keperluan konservasi lahan dan air, perusahaan menanam pohon bambu dan ada sekitar 46 jenis bambu yang ditanam di kebun nenas. Untuk keperluan pakan ternak, perusahaan juga mengembangkan tanaman cassava (ubi kayu), yang selain dikelola perusahaan juga bekerjasama dengan petani di sekitar lokasi perusahaan. Suatu sistem kemitraan yang menguntungkan buat petani dan masyarakat.

(Red:ek)

MENGKOMUNIKASIKAN KOMPUTER MELALUI JARINGAN LAN

Eka Kusmayadi

Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Jl Ir. H. Juanda no 20 Bogor

Pendahuluan

Perkembangan teknologi komputer yang semakin tinggi banyak menimbulkan dampak yang positif bagi pustakawan untuk memudahkan dalam pengelolaan dokumen.  Database koleksi yang menjadi kebutuhan dasar perpustakaan menjadi sangat penting untuk diperhatikan secara serius, karena keberadaan database tersebut akan menentukan kinerja sebuah perpustakaan.

Dengan memanfaatkan teknologi komputer, misalnya teknologi LAN, perpustakaan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.  LAN atau Local Area Network adalah teknologi komputer yang memanfaatkan fungsi jaringan untuk meningkatkan kemampuan komputer yang terhubung ke dalam sebuah jaringan dalam berkomunikasi.

Konfigurasi LAN

Konfigurasi jaringan komputer yang diterapkan di perpustakaan adalah sebagai berikut :

Gambar 1. Konfigurasi Jaringan Komputer di UK/UPT

Dengan menggunakan konfigurasi seperti pada Gambar 1, maka database hanya simpan di komputer server, seperti BUKU, IPTAN, MJLH, CARIS, PTTAN, CD-ROM, dan TAMU. Semua komputer yang ada hanya berfungsi sebagai pengakses terhadap informasi yang disiapkan dalam komputer server, apakah itu berupa database atau dalam bentuk folder-folder dari file-file html atau php.  Pengecualian adalah pada komputer pengolahan dan buku tamu. Pada komputer pengolahan dapat dibuat dua alternatif. Pertama semua yang ada dalam server terdapat dalam komputer pengolahan sama persis. Dalam keadaaan demikian komputer pengolahan dapat berfungsi sebagai backup server. Alternatif kedua adalah hanya data yang baru saja yang sama persis isinya dengan server. Pada alternatif kedua, komputer pengolahan hanya berfungsi sebagai tambahan data baru saja. Komputer Buku Tamu berfungsi sebagai entri data tamu ke database TAMU yang disimpan di server. Baca selebihnya »

PERESMIAN RUANG PERPUSTAKAAN
DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

Perpustakaan sebagai  institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan atau karya rekam secara profesional dengan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka/pengguna. Perpustakaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan merupakan perpustakaan khusus yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat.

Fungsi utama perpustakaan adalah sebagai wahana pencerdasan dan pelestarian buku guna memenuhi kebutuhan informasi kepada pengguna.  Perpustakaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memiliki koleksi-koleksi yang terdiri dari koleksi dengan subyek di bidang peternakan dan kesehatan hewan, juga koleksi-koleksi lainnya seperti manajemen, pertanian, hukum, politik dan literatur berupa jurnal, majalah, handbook dan prosiding yang dilengkapi dengan ruang baca, fasilitas audio visual serta komputer untuk akses internet.  Ruang Perpustakaan di desain kedap suara juga sebagai ruang santai untuk mengembangkan bakat seni bagi para karyawan (setelah jam kerja).

ditjennak

Dalam sambutan peresmian ruang perpustakaan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir. Syukur Iwantoro, MSA,MBA memiliki harapan ke depan perpustakaan semakin mengembangkan fungsinya sebagai pusat data khusunya di bidang peternakan dan kesehatan hewan, dengan ditunjang oleh sumber daya pengelola perpustakaan yang lebih profesional.  Hadir mendampingi dalam peresmian  ini Sekretaris Direktorat dan seluruh Direktur lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sistem Informasi manajemen yang digunakan adalah aplikasi Senayan dimana pengguna bisa mengakses OPAC (Online Public  Acces Catalogue) untuk semua koleksi yanga ada di perpustakaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dengan alamat website: http://ditjennak.deptan.go.id/perpustakaan/,

Selain di tingkat Pusat telah bergabung 4 UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang sudah on line, yaitu :

  1. Balai Besar Veteriner Maros
  2. Balai Pengujian dan Penyiodikan Veteriner Lampung
  3. Balai Pengujian dan Penyidikan Veteriner Medan
  4. Balai Pengujian Mutu Pakan Ternak Bekasi

Direncanakan tahun anggaran 2013 seluruh UPT harus sudah menyelesaikan program perpustakaan digital online. (Sbr : Agus& aep, 2013)

Digital Library Management – Short Course

Short course Digital Library Management dilaksanakan di Hotel Ambassador , 171 Sukhumvit Road Soi 11, Bangkok 10110 Thailand dari tanggal 10 sd 21 Desember 2012.  Narasumber pelatihan berasal dari Asian Institute Technology (AIT) dan Silpakorn University.  Yang akan menjadi narasumber adalah Dr. Agus Harianto, Dr. Thadthong Bhrammanee, Prof. Somporn dan Prof. Namtip. Pelatihan dilaksanakan dengan cara penyampaian teori, diskusi dan kunjungan lapangan. Penyampaian teori dan diskusi dilaksanakan di Hotel Ambassador lantai 3 ruang Cathlea, sedangkan kunjungan lapangan akan dilaksanakan ke National Museum for Archiving and Preservation, perpusatkaan Silpakorn University dan AIT.

Pada hari pertama penyampaian materi perpustakaan digital oleh Bapak Dr Agus Haryanto dari AIT adalah IT Strategic Planning. Beliau menjelaskan bagaimana perencanaan penting dalam membangun sebuah perpustakaan digital. Banyak istilah baru yang disampaikan beliau dalam rangka pengembangan perpustakaan digital oleh sebuah  organisasi, sebagai contoh DRM atau Digital Right Management  yang penting dilakukan dalam mengelola koleksi digital. Materi tersebut selama ini belum kita sentuh dan belum pernah dilakukan oleh para pengelola perpustakaan digital di Kementerian Pertanian. DRM merupakan suatu pengelolaan proteksi terhadap koleksi digital agar tidak bisa di download, diprint, atau dishare oleh pengguna tertentu, namun bisa dilakukan oleh pengguna yang lain. Beliau juga menyatakan bahwa peran pengelola perpustakaan atau pustakawan (librarian) memegang peran yang sangat penting dalam perencanaan pembangunan perpustakaan digital, dia sebagai desainer harus didukung oleh System administrator dan application developers. Baca selebihnya »

Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Lingkup Barantan

Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian pada hari Selasa 30 Oktober sd 1 Nopember 2012 telah mengadakan pelatihan untuk para fungsional dan calon fungsional. Pelatihan dibuka oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Ibu Ir Banun Harpini MSc. Pelatihan dilaksanakan di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) di Jl Raya kampung Utan-Setu Desa Mekar Wangi Cikarang Barat Bekasi.Pelatihan diikuti oelh 60 orang peserta dari perwakilan semua UPT lingkup Badan Karantina Pertanian dari mulai NAD sampai ke Papua.

Materi yang disampaikan terdiri atas Strategi dan etika penulisan ilmiah, Kerangka pemikiran penulisan artikel ilmiah, Kiat menulis artikel ilmiah di jurnal nasional, dan internasional, Optimalisasi pemanfaatan perpustakaan digital Kementerian Pertanian, Digitalisasi artkel ilmiah, Teknik fotografi ilmiah, Perpustakaan digital Karantina Pertanian, Etika komunikasi dalam layanan kepustakaan. Pelatihan dilakukan dengan metode teori dan praktek,, kerja kelompok. Narasumber berasal dari internal Badan Karantina Pertanian dan dari luar seperti Universitas Indonesia, Universitas Paramadina, Sekolah Tinggi Desain Inter Study dan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Menurut Kepala Bagian Hukum dan Humas Badan Karantina Pertanian, para pejabat fungsional di Barantan selama ini hanya memanfaatkan karya tulis sebagai kegiatan perolehan kredit point baru sekitar 5 % dari seluruh pejabat fungsional yang ada. Padahal karya tulis mempunyai nilai kredit yang cukup tinggi, 4-15 point, sehingga sangat disayangkan apabila hal tersebut tidak dimanfaatkan. Namun memang kendala kompetensi dari fungsional dalam hal kebiasaan menulis memang dirasa kurang. Oleh karena itu diharapkan pelatihan sejenis ini dapat membantu para pejabat fungsional untuk meningkatkan kemampuannya. Kegiatan semacam ini harus dilakukan secara berkesinambungan di waktu-waktu mendatang.

(ek)

Pelatihan Pengelola Perpustakaan Lingkup Badan Karantina Pertanian

Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian membangun perpustakaan digital pada tahun 2011. Pembangunan dengan melengkapi server dan mengembangkan pengelolaan koleksi dan ruang perpustakaan yang ada di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) di Jl Raya kampung Utan-Setu Desa Mekar Wangi Cikarang Barat Bekasi.

Untuk mengembangkan perpustakaan digital seluruh UPT di Badan Karantina pada tanggal 3 sd 8 September 2012 diadakan Pelatihan “Pengembangan Perpustakaan Digital” bagi para pengelola perpustakaan yang ada di UPT. Acara dibuka oleh Ir Yulianti Pane, mewakili Kepala BUTTMKP , Dr Ir Antarjo Dikin,M.Sc. yang tidak dapat hadir karena ada kegiatan karantina di luar negeri.

Pelatihan diikuti oleh 30 orang peserta dari UPT di lingkungan Badan Karantina Pertanian. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan wawasan baru tentang pengelolaan perpustakaan digital seperti Jejaring perpustakaan digital, metadata koleksi dan pengelolaannya, pengenalan aplikasi sistem informasi perpustakaan digital, alih media koleksi dan strategi penelusuran informasi melalui jurnal online.  Para narasumber berasal dari Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.  Kepada para peserta materi diberikan dengan metode teori dan praktek.

Dengan melalui pelatihan ini telah dibangun 14 alamat perpustakaan digital Badan Karantina Pertanian yang dapat diakses secara online. Diharapkan peserta setelah kembali ke UPTnya masing-masing dapat melengkapi isi database yang sudah dibangun, sehingga pada akhirnya informasi hasil kegiatan karantina di seluruh UPT dapat didiseminasikan dan dapat diketahui oleh banyak orang.

(red.ek)

Kelebihan SLIMs dibanding Igloo

Eka Kusmayadi

Igloo adalah aplikasi opensource yang oleh pustakawan Kementerian Pendidikan Nasional dikembangkan menjadi SLIMs. Untuk kepentingan otomasi perpustakaan SLIMs sudah cukup dari memadai. Demikian pula untuk kepentingan perpustakaan digital. Igloo memang untuk kepentingan perpustakaan digital dapat digunakan namun masih bersifat polos, artinya di Igloo pengelola perpustakaan tidak bisa mengatur hak akses dari setiap file artikel lengkap yang disiapkan untuk penggunanya, baik pengguna umum maupun pengguna target.

Namun dengan aplikasi SLIMs, pengelola dapat mengatur siapa yang boleh mengakses artikel lengkap dan siapa yang tidak boleh. Demikian juga dengan pengaturan hak pengelolaan sistem. Pengelola perpustakaan dapat menjadi seorang administratur sistem dan dapat mengatur para staf perpustakaan siapa yang boleh mengentri database, mengubah sistem, dan sebagainya dengan cara membagi-bagi kelompok pengelola sistem.

Selain itu, untuk efisiensi tempat kadangkala pengelola harus menyimpan file artikel lengkap yang disebabkan file tersebut sudah ada, misalnya di web UK atau UPTnya. Dengan demikian, kita tidak usah menyimpan file tersebut tetapi cukup me-LINK-kan saja dengan file tersebut. Jelasnya bibliografinya ada di database koleksi, tapi file artikel lengkapnya ada di tempat lain. Pada Igloo fasilitas link seperti itu tidak ada, tetapi di SLIMs tersedia.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.